Friday, May 10, 2024

Doa Terakhir


Aku yakin setiap orang punya waktunya masing-masing. Waktu dimana hanya ada dia dan dirinya. Waktu dimana jarak antara dirinya dengan dasar bumi terasa sangat dekat. Seakan berada ditempat tergelap didalam hidupnya. Tempat yang tidak ada yang tahu bahwa ia sedang menjerit berteriak meminta tolong.

Teriakan, isak tangis, usaha dan upaya rasanya sudah ia lakukan. Sampai-sampai ia berfikir bahwa mungkin ini akhir dari cerita hidupnya. Tangga harapan yang ia idamkan, bantuan yang ia doakan rasanya seperti tidak akan pernah datang. Sampai ia merasa hilang dan larut dalam kesepiannya sendiri.

Ketika keyakinan itu mulai runtuh perlahan larut bersama tangisnya. Ia kumpulkan sisa tenaganya. Ia jahit kembali sisa asanya yang hampir menjadi serpihan. Berharap masih ada yang dapat mendengarnya. Menariknya kembali dari kegelapan dan kekosongan hatinya. Mengangkatnya sambil memeluknya sampai ia bisa merasakan kembali deburan detak jantungnya. Hangatnya hembusan nafasnya.

Percayalah bahwa sebentar lagi, hanya sebentar lagi akan ada yang mendengarmu. Membantu mu merasakan hidupmu yang kamu kira hancur sehancur hancurnya. Masih ada hati-hati yang tulus yang dapat membuatmu tertawa lepas tanpa harus bersembunyi kembali di sejuta topeng senyummu. Meluapkan segala emosi yang kamu rasakan tanpa rasa ragu dak takut.

Kelak, jika nanti ada yang mengulurkan tangan kearahmu. Raihlah, genggamlah sekuat sisa tenagamu. Rasakan ketulusannya yang aku yakin dapat menembus hatimu yang sudah mulai membeku...(rac)







No comments:

Post a Comment

Papa

  Berapapun usiaku sekarang, dimatamu aku masih putri kecil mu. Didepanmulah aku bisa mengeluarkan sisi kekanakan ku tanpa takut dihakimi. ...