Papa
Berapapun usiaku sekarang,
dimatamu aku masih putri kecil mu. Didepanmulah aku bisa mengeluarkan sisi kekanakan
ku tanpa takut dihakimi. Berdiri disampingmu, bagiku seperti tempat teraman
yang ada di dunia yang jahat ini pa.
Papa, apakah dunia memang sejahat
ini? Jika untuk berdiri sendiri saja aku merasa lelah, lalu bagaimana dengan mu
yang harus kuat untuk kita selama ini?
Pa, aku bangga menjadi putri papa.
Disaat orang lain mungkin terasa asing dengan ayahnya, tapi aku tidak. Masakan
papa yang tidak kusangka akan kurindukan. Candaan papa yang entah mengapa jika
ku ingat sekarang bisa memberikan rasa sedih, panggilan lembutmu untukku, aroma
mu yang dapat menenangkanku, dan kenangan kenangan lainnya, untuk itu aku
bersyukur. Aku bersyukur menjadi anakmu. Papa, aku bangga menjadi putrimu.

No comments:
Post a Comment